Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kisah Seks Yang Bikin Heboh !


Setahun silam, 1 April 2008, Marlupi Sijangga dan mendiang Willyanto Sijangga mengisi lembar perdana Evergreen. Kisah yang mereka ungkapkan kepada warga Evergreen cukup inspiratif. Mereka blak-blakan soal ''rahasia tempat tidur'' pasangan tersebut. Pada ulang tahun Evergreen kali ini, Marlupi kami tampilkan kembali.

BUKAN tanpa alasan bila Marlupi dan Willyanto dipilih sebagai pasangan yang membuka perjalanan lembar Evergreen. Mereka sangat ideal. Tetap harmonis dan mesra dalam kehidupan rumah tangga yang berjalan 43 tahun.

Dan kala itu, Marlupi dan Willy tak segan bicara soal kehidupan seks mereka dalam usia evergreen. Mereka bilang masih intens berhubungan intim, masih suka mencoba gaya-gaya bercinta. Willyanto memakai acara Fashion TV sebagai ''pancingan'', Marlupi yang sudah dua dekade menopause memakai lubricant (pelumas) khusus, dan sebagainya.

Kisah itu pun mengundang banyak reaksi. ''Wah, bikin heboh,'' kata Marlupi yang pekan ini berada di Palembang.

Tak dimungkiri, seks, bagi sebagian orang, masih tabu. Apalagi, yang ngomong adalah pasangan evergreen. ''Anak-anak sempat protes kepada saya. Katanya, mama nggak malu bicara seperti ini?'' ujarnya. Ada juga beberapa rekan dan kolega yang menanyakan pertanyaan serupa. Dicecar demikian rupa, Marlupi tak gentar.

''Lha memang kenyataannya begitu. Saya bicara apa adanya saja soal kemesraan kami,'' tutur wanita 72 tahun tersebut. Menurut dia, kemesraan tak harus ditutupi. Justru harus dibagi. Bagi dia, pertambahan usia tak harus diiringi padamnya gairah. ''Kita juga nggak boleh kalah ama pasangan muda,'' katanya.

Di lain sisi, menurut Marlupi, banyak juga yang memuji keberanian mereka buka rahasia tempat tidur kepada khalayak. Sebab, sejatinya, banyak pasangan yang masih bergairah di usia senja. Hanya, mereka tidak berani blak-blakan. ''Cuma Marlupi yang berani buka rahasia rumah tangga,'' ujarnya lantas tertawa lepas.

Perasaan bangga, kata dia, juga dirasakan mendiang suaminya, Willyanto. Begitu bangganya, saat edisi pertama tersebut cetak, dia langsung memborong Jawa Pos. Dia lantas membagi-bagikannya kepada orang-orang terdekat. Mulai pengayuh becak yang mangkal di depan rumah, pasukan kuning di jalan, hingga kepada teman-temannya. ''Dia sangat senang masuk koran,'' kenang Marlupi.

Perasaan bangga Willy makin membuncah ketika tahu foto mereka berdua terpampang besar-besaran di baliho Evergreen di Jalan Ahmad Yani. Saking antusiasnya, Willy meminta diantarkan langsung ke tempat baliho tersebut dipasang. ''Dia minta saya memotretnya. Heboh bener, saya hampir ketabrak motor yang lewat,'' ungkapnya lantas tertawa.

Marlupi cukup sering membaca lembaran Evergreen yang rutin muncul tiap hari. Menurut dia, kisah-kisah yang diulas cukup inspiratif.(ign/dos)

Tentang Marlupi

Nama

Marlupi Sijangga

Tempat, Tanggal lahir

Surabaya, 27 Maret 1937

Pendidikan

SR Kapasari 1944-1950

Sekolah balet Tegalsari (1950 - 1956)

Lien Huo High School (1950-1956)

Suami

Willyanto Sijangga (almarhum)

Menikah

20 Maret 1965

Anak

Fifi Sijanga

Mar Dwatmadja

Mar Dwatmadji

Prestasi :

1987 Juara I The South Pacific Jazz Dance Competition, Sidney Australia

1993 Juara I dan II Ballet and Jazz and Competition, New York AS

1995 Penghargaan Choreography Award, Nagoya Jepang

1999 Juara I, I Love Dance Competition di Los Angeles

2001 Penghargaan Best Costume award, juara I balet dan juara II Jazz Duo di Dance Caravan Competition Los Angeles

2005 lulus ujian vocational Grade tingkat advanced 1 di Headquarters Royal Academy of Dance.

Share |