Sebuah LSM internasional Action Aid didukung oleh South African Human Rights Commission melaporkan bahwa sejumlah kejahatan yang mengerikan telah menimpa kaum lesbian di Afrika Selatan namun kejahatan ini tidak pernah diakui oleh pemerintah dan pelaku juga tidak tersentuh oleh hukum yang berlaku.
Laporan ini menghimbau agar sistem hukum kriminal Afrika Selatan menetapkan perkosaan sebagai kejahatan yang penuh kebencian untuk memaksa pihak kepolisian bertindak serta menekan pertumbuhan tingkat kejahatan ini.
Kebrutalan terhadap kaum lesbian ini semakin nyata sejak April tahun kemarin ketika Eudy Simelane, mantan pemain tim nasional sepak bola wanita Afrika Selatan menjadi salah seorang korban. Simelane adalah seorang pembela persamaan hak dan salah satu wanita yang pertama kali membuka diri tentang orientasi seksualnya telah menjadi korban diperkosa dengan brutal oleh sekelompok orang, dipukuli dan kemudian ditikam berkali-kali pada wajah, dada dan lengannya.
Dan menurut laporan majalah Guardian, masih banyak lagi wanita lesbian yang menjadi target kejahatan serupa.
“Setiap hari saya mendapatkan ancaman akan dibunuh, dan mereka mengancam akan memperkosa saya dan setelah diperkosa saya akan kembali menjadi seorang wanita,” Zakhe Sowello yang berasal dari Soweto mengungkapkan kepada majalah tersebut. “Ketika anda diperkosa, ada banyak bukti tertinggal pada tubuh anda. Tapi ketika kita melaporkan kejahatan ini kepada yang berwajib tidak pernah terjadi sesuatu, sementara para pemerkosa masih melangkah dengan bebasnya di jalanan,” lanjutnya.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 86 persen lesbian berkulit hitam di Western Cape hidup dalam ketakutan akan mengalami kekerasan seksual. Sebuah organisasi hak azasi gay, Triangle mengatakan ada sekitar 10 kasus baru pemerkosaan seperti ini setiap minggunya.
Sumber : Telegraph.co.uk








