Pemeriksaan kesuburan pria sejatinya harus dilakukan paling dulu, sebab prosedurnya lebih mudah dan sederhana. Disini, ego harap dikesampingkan jika serius ingin memiliki keturunan.
Pemeriksaan sperma umumnya dilakukan oleh urolog. Diawali dengan cek kesehatan tubh setelah itu kemudian diminta memberikan sampel sperma guna pemeriksaan kualitas dan kuantitasnya.
Betul, diminta mewadahi sperma adalah hal yang membuat risi, tapi prosedur yang hanya beberapa menit itu ampuh untuh menghapus sejulah pertanyaan yang dipupuk selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan.
Jika hasil pemeriksaan cairan sperma yang pertama dinyatakan normal, dokter biasanya meminta untuk uji kedua untuk memastikan hasil. Jika hasil kedua dinyatakan normal, maka pria itu tidak memiliki masalah kesuburan.
Bila hasil pemeriksaan terlihat tidak biasa, dokter melakukan uji khusus untuk poin-poin tertentu.
Ketidaksuburan lelaki ditenggarai jika mengalami apa yang dinamakan azoospermia, yakni tidak ada sperma yang dihasilkan atau sperma sama sekali tidak muncul dalam cairan yang dikeluarkan.
Kondisi kedua adalah oligiospermia, hanya sedikit sperma yang dihasilkan. Masalah yang tak kalah beratnya adalah jika sperma loyo, malas bergerak, mati sebelum mencapai posisi sel telur. Ketidaksuburan dapat pula disebabkan oleh morfologi atau struktur sperma yang tidak normal.
Banyak hal yang menyebabkan sperma mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan. Di antaranya adalah karena infeksi penyakit seksual menular. Infeksi alat kelamin seperti chlamydia atau gonorrhea hanya dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin.
Penyebab lain adalah kerusakan fisik bawaan. Tidak sedikit pria terlahir dengan sumbatan yang menghalangi sperma bergabung dengan cairan semen.
Dapat pula disebabkan kondisi ejakulasi retrograde, cairan dari penis tidak keluar saat ejakulasi justru mengalir ke kantung kemih. Keadaan ini dapat disebabkan oleh diabetes, atau di bawah pengaruh obat.
Meskipun amat jarang, ketidaksuburan pria dapat disebabkan oleh kelainan genetik seperti cystic fibrosis atau masalah kromosom. Dapat pula disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah target. Mestinya menghantam benda asing, malah memakan sperma.
Persoalan ketidakseimbangan hormon seperti kelenjar tiroid juga menyumbang masalah. Bisa juga karena pembuluh varicose terlalu mengembang menyebabkan kantung buah zakar bengkak terisi darah.
Sebanyak 15% pria mengalami masalah itu, namun kurang dari setengahnya yang mendapatkan perawatan yang semestinya.
Penyebab ketidaksuburan yang sering membuat pria malas memeriksakan diri adalah ketidakmampuan ejakulasi alias impoten. Banyak hal yang menyebabkan pria tidak tegak, namun sedikit yang terungkap.
Daftar penyebab ketidaksuburan bertambah panjang dengan olahraga yang berlebihan, stres, kegemukan, obat-obatan, alkohol, merokok, terkena radiasi atau racun lingkungan, serta bekerja pada lingkungan yang panas.
Apabila memiliki salah satu daftar ketidaksuburan itu, bukan berarti menutup pintu sama sekali, sebab masih ada kesempatan untuk memiliki keturunan. Jika ternyata kandungan sperma sedikit, disarankan untuk berhubungan seks lebih jarang, agar ada waktu untuk mengumpulkan sperma. Sebaiknya mengkonsumsi vitamin serta asam folic dan zinc.
Jika masalahnya karena hormon disarankan untuk mengikuti terapi. Bila mengalami ejakulasi salah alir, dokter memiliki cara untuk mengarahkan sperma keluar bersama cairan bukan masuk ke kantung kemih.
Beberapa teknik dapat digunakan untuk membantu 'menarik' sperma keluar dari testis. Beberapa klinik menyebut tingkat keberhasilannya 65%. Kuncinya, perlu menambah porsi kesabaran dan tentu saja tidak malu untuk memeriksakan diri dan paham dengan keadaan yang dialami. [L1]











0 comments:
Post a Comment