Majalah pria FHM mensurvei pembaca mereka tentang ukuran tubuh perempuan idaman mereka. Hasilnya, pria Australia ternyata lebih memilih perempuan bertubuh ideal ketimbang kurus. Fakta ini mementahkan pendapat yang menyatakan pria menyukai perempuan kurus.
Survei itu diikuti oleh 60.000 pembaca. Sebanyak empat perlima jumlah tersebut meyatakan mereka lebih suka perempuan bertubuh ideal, ketimbang berbadan kurus.
Editor FHM, Ben Smithurst mengatakan penemuan ini merupakan berita yang menggembirakan bagi perempuan.
"Jadi para perempuan, silakan makan hamburger, kami tetap akan mencintaimu," candanya.
Namun Julie Thomson, general manager The Butterfly Foundation yang kerap mengkampanyekan berbagai penyakit akibat makanan dan bentuk tubuh ideal, tidak sependapat. Menurutnya, hasil riset tersebut malah akan merusak perempuan ketimbang menolong mereka.
"Tandanya pria masih saja melihat penampilan luar perempuan," katanya.
Sedangkan Marika Tiggerman yang seorang ahli image tubuh perempuan dari Universitas Flinders malah mengatakan penemuan ini bisa mendukung riset akademis sehubungan dengan image tubuh perempuan.
"Kami menyimpulkan bahwa perempuan ingin tetap lebih kurus dari yang para pria katakan tersebut," kata Tiggerman.
Definisi kurus antara pria dan wanita tampaknya berbeda. Sayangnya, banyak orang yang berpikir kurus adalah kuat dan disiplin, sementara gemuk merupakan pertanda kelemahan.
Editor majalah perempuan Cleo, Nedahl Stelio, malah menyatakan bahwa kebanyakan perempuan bukan berdiet untuk pria, melainkan untuk perempuan lain. Perempuan saling bersaing, ini juga tergantung pada apa yang dianggap ideal oleh masyarakat dan selebritis.
"Kami sangat kompetitif," katanya tentang perempuan.
Menilai seseorang berdasarkan ukuran mereka merupakan tindakan yang sangat tidak adil. Kecenderungan ini bisa membuat perempuan tertekan dan akhirnya melakukan diet ekstrim yang tidak menyehatkan.
Pada akhirnya, bisa berujung pada depresi dan berbagai penyakit sehubungan dengan makanan seperti anoreksia dan bulimia.
"Sangat menyedihkan jika ini semua dilakukan hanya untuk menarik perhatian pria," ujar Thomson. [L1] VINA RAMITHA
Survei itu diikuti oleh 60.000 pembaca. Sebanyak empat perlima jumlah tersebut meyatakan mereka lebih suka perempuan bertubuh ideal, ketimbang berbadan kurus.
Editor FHM, Ben Smithurst mengatakan penemuan ini merupakan berita yang menggembirakan bagi perempuan.
"Jadi para perempuan, silakan makan hamburger, kami tetap akan mencintaimu," candanya.
Namun Julie Thomson, general manager The Butterfly Foundation yang kerap mengkampanyekan berbagai penyakit akibat makanan dan bentuk tubuh ideal, tidak sependapat. Menurutnya, hasil riset tersebut malah akan merusak perempuan ketimbang menolong mereka.
"Tandanya pria masih saja melihat penampilan luar perempuan," katanya.
Sedangkan Marika Tiggerman yang seorang ahli image tubuh perempuan dari Universitas Flinders malah mengatakan penemuan ini bisa mendukung riset akademis sehubungan dengan image tubuh perempuan.
"Kami menyimpulkan bahwa perempuan ingin tetap lebih kurus dari yang para pria katakan tersebut," kata Tiggerman.
Definisi kurus antara pria dan wanita tampaknya berbeda. Sayangnya, banyak orang yang berpikir kurus adalah kuat dan disiplin, sementara gemuk merupakan pertanda kelemahan.
Editor majalah perempuan Cleo, Nedahl Stelio, malah menyatakan bahwa kebanyakan perempuan bukan berdiet untuk pria, melainkan untuk perempuan lain. Perempuan saling bersaing, ini juga tergantung pada apa yang dianggap ideal oleh masyarakat dan selebritis.
"Kami sangat kompetitif," katanya tentang perempuan.
Menilai seseorang berdasarkan ukuran mereka merupakan tindakan yang sangat tidak adil. Kecenderungan ini bisa membuat perempuan tertekan dan akhirnya melakukan diet ekstrim yang tidak menyehatkan.
Pada akhirnya, bisa berujung pada depresi dan berbagai penyakit sehubungan dengan makanan seperti anoreksia dan bulimia.
"Sangat menyedihkan jika ini semua dilakukan hanya untuk menarik perhatian pria," ujar Thomson. [L1] VINA RAMITHA











0 comments:
Post a Comment