Di Hollywood, kecantikan tergambar elegan, nyaris sempurna. Lihat saja para selebriti di atas karpet merah: rambut pirang ditata indah dan berkilau, wajah bersinar dan tidak berkerut, gaun panjang ramping menyempurnakan bentuk tubuh mereka yang berlekuk indah seperti dewi mitologi.
Teknologi ikut membantu mulai pemanjangan rambut, sedot lemak sampai suntik botoks. Berkat kecanggiannya seringkali kecantikan alami tersamar dengan kecantikan plastis.
Dunia mode punya citra cantik tersendiri. Kalau melihat foto-foto peragaan, halaman mode sampai iklan produk perancang dunia, perhatikan kecantikan para modelnya.
Ada ciri baru yang sedang menarik perhatian. Wajah mereka imut, muda, naif, berkulit wajah bening, rambut pirang dan panjang. Sekilas seperti boneka, sepintas mirip peri yang turun dari dunia dongeng ke atas panggung peragaan dengan gaya misterius, tapi romantis.
Jelas saja tubuh mereka kurus dan ramping tapi, tidak kerempeng dan kuyu. Berat badan di bawah standar kini dilarang muncul di panggung mode karena tak lagi menggambarkan kecantikan, melainkan mengesankan tak sehat.
Seperti namanya, model itu contoh ideal. Mereka menjadi citra tampilan keseluruhan karya seorang perancang yang menggabungkan wajah, pakaian, aksesori, riasan, sampai tata rambut. Menjadi sosok yang menceritakan pesan kecantikan hari ini.
Kecantikan dan mode selalu bergandengan akrab seperti sepasang kekasih. Ketika gaya pakaian kembali ke mode retro dengan tampilan gaya cantik dan muda masa lalu, seperti pada 1960 yang kekanakan.
Dunia mode menemukan kecantikan baru dari Eropa Timur. Mulai Rusia sampai negara baru dari pecahannya yang memerdekakan diri. Perekonomian yang belum makmur di negera mereka membuat gadis-gadis belia mencari peruntungan di dunia glamor mode. Mereka datang ke pusat mode dunia untuk audisi.
Para agensi model pun bagaikan mendulang intan dengan kehadiran mereka yang berwajah berbeda. Maka kecantikan baru muncul dari para gadis dengan wajah seunik nama mereka yang kadang membuat lidah terpeleset untuk menyebutnya.
Kecantikan baru yang unik dan kekanakan itu bertolak belakang dari sensualitas Naomi Campbell dan Cindy Crawford yang menjadi ikon cantik di era supermodel pada 1980-an. Atau juga Gisele Bundechen di era sebelum ini.
Setiap dekade memunculkan citra cantiknya sendiri. Sempat ada wajah tajam dengan alis tipis dan bibir merah merekah yang dipandang perempuan ideal pada 1950-an. Tipe itu cocok mengenakan gaun elegan berpinggang ramping milik Christian Dior.
Ketika anak muda mengambil alih dunia mode lewat gaya mini muncul model Twiggy yang kurus kerempeng berambut pendek dan berponi kaku, ia juga dianggap model ideal untuk gaya pakaian geometris yang melanda era revolusi mode 1960-an.
Citra cantik Twiggy pernah diulang kembali lewat Kate Moss yang terkenal pada 1990-an, sebagai model lugu yang pantas mengenakan gaun minimalis di masanya. Ini tuntutan gaya sadar hidup sehat dengan diet ketat dan latihan kebugaran.
Menjelang akhir dekade pertama 2000 ini, industri mode dunia telah memiliki kecantikan baru. Muncul dari kebutuhan konsumen masa kini yang telah bergeser. Bila sebelumnya pencinta mode menggemari gaya seksi dan mewah, saatnya perempuan menginginkan penampilan muda dan segar lewat gaun pendek, ringan, cerah, sedikit artistik.
Sepanjang sejarahnya citra cantik terus berganti untuk mencari bentuk paling sempurna bagi zamannya. Dari kecanikan alami sampai plastis, upaya manusia seperti tidak pernah selesai.
Itu sebabnya Khalil Gibran yang terkenal dengan kata-kata bijaknya pernah mengatakan, "Kita hidup untuk mencari kecantikan sejati. Artinya hidup kita ini hanyalah sebuah penantian untuk mendapatkan kesempurnaan." ( Sumber )
Teknologi ikut membantu mulai pemanjangan rambut, sedot lemak sampai suntik botoks. Berkat kecanggiannya seringkali kecantikan alami tersamar dengan kecantikan plastis.
Dunia mode punya citra cantik tersendiri. Kalau melihat foto-foto peragaan, halaman mode sampai iklan produk perancang dunia, perhatikan kecantikan para modelnya.
Ada ciri baru yang sedang menarik perhatian. Wajah mereka imut, muda, naif, berkulit wajah bening, rambut pirang dan panjang. Sekilas seperti boneka, sepintas mirip peri yang turun dari dunia dongeng ke atas panggung peragaan dengan gaya misterius, tapi romantis.
Jelas saja tubuh mereka kurus dan ramping tapi, tidak kerempeng dan kuyu. Berat badan di bawah standar kini dilarang muncul di panggung mode karena tak lagi menggambarkan kecantikan, melainkan mengesankan tak sehat.
Seperti namanya, model itu contoh ideal. Mereka menjadi citra tampilan keseluruhan karya seorang perancang yang menggabungkan wajah, pakaian, aksesori, riasan, sampai tata rambut. Menjadi sosok yang menceritakan pesan kecantikan hari ini.
Kecantikan dan mode selalu bergandengan akrab seperti sepasang kekasih. Ketika gaya pakaian kembali ke mode retro dengan tampilan gaya cantik dan muda masa lalu, seperti pada 1960 yang kekanakan.
Dunia mode menemukan kecantikan baru dari Eropa Timur. Mulai Rusia sampai negara baru dari pecahannya yang memerdekakan diri. Perekonomian yang belum makmur di negera mereka membuat gadis-gadis belia mencari peruntungan di dunia glamor mode. Mereka datang ke pusat mode dunia untuk audisi.
Para agensi model pun bagaikan mendulang intan dengan kehadiran mereka yang berwajah berbeda. Maka kecantikan baru muncul dari para gadis dengan wajah seunik nama mereka yang kadang membuat lidah terpeleset untuk menyebutnya.
Kecantikan baru yang unik dan kekanakan itu bertolak belakang dari sensualitas Naomi Campbell dan Cindy Crawford yang menjadi ikon cantik di era supermodel pada 1980-an. Atau juga Gisele Bundechen di era sebelum ini.
Setiap dekade memunculkan citra cantiknya sendiri. Sempat ada wajah tajam dengan alis tipis dan bibir merah merekah yang dipandang perempuan ideal pada 1950-an. Tipe itu cocok mengenakan gaun elegan berpinggang ramping milik Christian Dior.
Ketika anak muda mengambil alih dunia mode lewat gaya mini muncul model Twiggy yang kurus kerempeng berambut pendek dan berponi kaku, ia juga dianggap model ideal untuk gaya pakaian geometris yang melanda era revolusi mode 1960-an.
Citra cantik Twiggy pernah diulang kembali lewat Kate Moss yang terkenal pada 1990-an, sebagai model lugu yang pantas mengenakan gaun minimalis di masanya. Ini tuntutan gaya sadar hidup sehat dengan diet ketat dan latihan kebugaran.
Menjelang akhir dekade pertama 2000 ini, industri mode dunia telah memiliki kecantikan baru. Muncul dari kebutuhan konsumen masa kini yang telah bergeser. Bila sebelumnya pencinta mode menggemari gaya seksi dan mewah, saatnya perempuan menginginkan penampilan muda dan segar lewat gaun pendek, ringan, cerah, sedikit artistik.
Sepanjang sejarahnya citra cantik terus berganti untuk mencari bentuk paling sempurna bagi zamannya. Dari kecanikan alami sampai plastis, upaya manusia seperti tidak pernah selesai.
Itu sebabnya Khalil Gibran yang terkenal dengan kata-kata bijaknya pernah mengatakan, "Kita hidup untuk mencari kecantikan sejati. Artinya hidup kita ini hanyalah sebuah penantian untuk mendapatkan kesempurnaan." ( Sumber )











0 comments:
Post a Comment